If you are going to study or are studying at Universiti Utara Malaysia (UUM) and accompanied by your babies and children, DON'T WORRY! UUM provides you with day care, pre-school, and after-school care located near the main entrance at the staff housing complex. In Bahasa Malaysia, Day Nursery, Pre-School, and After-School Care are called "Tadika" (Taman Didik Kanak-Kanak) and in Bahasa Indonesia "TK" (Taman Kanak-Kanak). Tadika of Universiti Utara Malaysia is called Pusat Perkembangan Kanak-kanak Tunku Puteri Intan Safinaz . It has a wide range of services: (A) Day nursery (7.30 am - 5.30 pm) catering babies under one year old; between 1 - 4 year s; and between 4 - 6 years; (B) Half-Day care (7.30 am - 5.30 pm) for children aged 5 - 6 years; (C)Pre-school (9 am - 12 pm) for children aged 5-6 years only (D) After-School care ( 1 pm - 5.30 pm) for children aged 7 -12 years (E) Fardu Ain class (studying Islam, reading Quran, praying etc) open 2 pm - 4.45 pm for ...
Sebagai full-time student di Universiti Utara Malaysia (UUM), saya dan istri duduk di UUM bersama tiga orang anak kami. Setelah setahun lebih menetap di hutan Sintok, anak pertama kami, Dhea Qistina menginjak umur tujuh tahun. Di Malaysia, anak berumur 7 tahun boleh masuk Sekolah Rendah atau Sekolah Dasar. Ketika mengurus "Student Pass" untuk Dhea, saya datang ke Office of International Affairs UUM untuk menanyakan prosedur aplikasi Pas Pelajar untuk anak saya. Seorang staf yang menerima saya berkata: "Kami tidak tahu sama ada kami yang urus atau orang tua. Sila datang lagi minggu hadapan, setelah ada informasi dari pihak imigresen Alor Star." Akhirnya, tanpa menunggu informasi dari International Affair (yang sedang akan bertanya ke Imigresen Alor Star), kami putuskan untuk meng urus sendiri Pas Pelajar anak kami tanpa melalui Office of International Affairs UUM. Inilah prosedur yang harus saya lalui: Pertama,orang tua datang ke JABATAN PELAJARAN NEGERI KEDAH, K...
TELAH TERBIT KITAB SUCI BARU, KITAB SUCI ROCKY GERUNG, FIKSI & BERWARNA POSITIVISME LOGIS Oleh Zainal Fikri (Dosen Filsafat UIN Antasari Banjarmasin) Kitab Suci Fiksi “Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, kitab suci itu fiksi.”( Rocky Gerung) Proposisi kondisional ini berisi dua kalimat: Anteseden: Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi Konsekuen: kitab suci itu fiksi Kalau Anda mau membatalkan dalil ini, menurut RG, Anda harus batalkan konsekuen, bukan anteseden. Dalam logika, mengingkari atau membatalkan konsekuen disebut “Modus Tollens”, bentuk formalnya adalah: Jika P, maka Q. bukan Q. Bukan P. P1) Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, kitab suci itu fiksi P2) Kitab suci itu tidak/bukan fiksi --------------------------------------- C) Fiksi itu tidak mengaktifkan imajinasi Pada pernyataan RG tentang kitab s...
Comments